Desa Matano dan Nuha Siapkan Demplot Pertanian Alami

IMG_20160908_091209.jpg
Penyemprotan Air Laut. Warga Desa Nuha Mempersiapkan Lahan Demo Plot) Pertanian Alami. 

Dua desa di sekitar Dana Matano, yakni Desa Nuha dan Desa Matano menyiapkan lahan untuk praktek pertanian alami.  Sudah seminggu lalu (7/09) masyarakat telah merampungkan demplot pertanian alami ini. Rencananya, akan ditanami tanaman sayur dan holtikulutur, seperti kangkung, sawi, tomat,terong, dan cabe. Penerapan pertanian alami ini diperkenalkan Perkumpulan Wallacea bersama Burung Indonesia sebagai upaya untuk menjaga ekosistem, dalam hal ini mengurangi pengaruh zat kimia masuk ke tanah dan mengurangi pengaruh masuknya residu  zat kimia  ke badan Danau Matano.

Setelah pengolahan tanah untuk lahan percontohan pertanian alami, masyarakat mengawali dengan menetralisir pengaruh zat kimia yang sudah ada dalam tanah dengan menyemprotkan air laut. Seminggu sampai dua minggu sebelum penanaman, dilanjutkan dengan penaburan kompos dari kotoran ternak.

Kepala Desa Nuha, Hasri mengatakan, sepuluh tahun lalu ibu rumah tangga di desanya menggalakkan tanaman sayur-sayuran dan holtikultur di halaman rumah. Hanya saja masih konvensional sehingga produknya belum sehat. ‘’Sekarang ini, kita mencoba menerapkan pertanian alami, supaya hasil sayur-sayuran kita lebih sehat karena tidak memakai pupuk kimia, ‘’ harapnya.

IMG_20160908_085956.jpg
Gotong royong persiapan demplot pertanian alami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami

Hubungi kami dengan kontak langsung Atau Via Medsia Sosial perkumpulan Wallacea